Tirani perusahaan Seltzer-lah yang membuat saya hampir mengalami kehancuran di depan umum pada suatu sore di tempat kerja. Setelah menatap laptopku selama lima jam berturut-turut dalam keadaan fugue, lensa kontakku disedot ke bola mataku dan bibirku pecah-pecah karena sirkulasi udara, aku akhirnya melepaskan diri untuk berjalan-jalan ke kafetaria dengan harapan mendapatkan minuman manis.
